Penantianku

adsense 336x280
Di sebuah bis sekolah yang sedang berjalan, ada beberapa siswa yang baru saja lulus dari SMA, mereka akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di ibukota yang terkenal dengan kedisiplinannya dan kualitas pendidikannya. Tidak mudah untuk memasuki universitas ini, karena harus melalui persaingan yang sangat ketat sampai akhirnya hanya beberapa siswa saja yang bisa di terima dari beberapa almamater.

Erlanda adalah sosok siswa yang cerdas, ramah dan pandai bergaul. Hanya saja ia sedikit absurd. Ketampanannya membuat ia di idolakan kaum hawa semenjak ia masih duduk di bangku SD. Tak jarang, ia jadi target para siswi untuk dijadikan gebetan. Erland yang sering bersikap sok kenal dan sok dekat pun mulai memperkenalkan dirinya di dalam bis yang sedang melaju itu, kepada dua siswa yang berada didekatnya.

"Hai, kenalin, namaku Erlanda, asalku dari bekasi. Nama kalian siapa?" Erlanda bertanya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

"Nama gue choky, asal Bogor." 

"Nama saya Redi, asal Bandung." Timpal pemuda berkacamata itu. Bicara dengan khas logat sundanya.
 
"Salam kenal ya, bro. Eh, iya. Ngomong-ngomong, kalian ambil jurusan apa ni?" 

"Teknik," jawab Redi dan choky berbarengan.

"Wah ..., Pas banget. Gue juga ambil jurusan teknik. Bisa satu asrama ni kayaknya," ujar Erland dengan antusias.

"Yoi, bro." Redi menyodorkan tangannya untuk tos. 

Mereka bertiga mulai mengobrol panjang lebar sepanjang perjalanan. Sampai mereka tiba di tempat tujuan.

Di bus sekolah yang berada di jalur lain, ada sekelompok siswi yang tujuannya sama dengan bus siswa tadi. Siswi yang berada di dalam bus itu saling melempar senyum satu sama lain. 

 Retha adalah seorang gadis desa yang cerdas, anak dari seorang juragan tanah yang rendah hati. Kepribadiannya khas dengan periang, mudah bergaul namun mempunyai prinsip yang susah untuk digoyahkan. Walaupun demikian, ia adalah sosok penyayang dan ramah kepada siapa saja, hanya saja kalau bicara tidak suka basa-basi, alias to the point.

Tepat disebelahnya, ada seorang gadis yang menyandarkan kepalanya pada kaca jendela bus. Ia memandang ke arah luar, walaupun dia seperti yang sedang melamun, tapi siapa sangka, di dalam dadanya tersimpan ambisi yang besar. Ia adalah Risty, Putri seorang jendral besar di kotanya. Ia dikenal dengan sosok yang tidak bisa di ajak bermain-main, bawaannya selalu serius, tapi ia tetap bersikap ramah kepada siapapun.

Bus jemputan calon mahasiswa dan mahasiswi baru telah tiba di halaman universitas. Mereka terkesima dengan keindahannya. Baik dari bangunannya, kebersihan dan kenyamanan taman-taman yang sangat terlihat asri karena dipenuhi tumbuhan hijau. mulai dari pohon bonsai hias, pohon pinang hias dan masih banyak aneka tumbuhan lainnya yang mengelilingi taman universitas tersebut.

Tiga orang dosen menyambut kedatangan mereka dan mengintruksikan kepada calon mahasiswa dan mahasiswi baru untuk ikut ke aula.

Salah satu dosen memberi arahan dengan menggunakan toa, "Kepada calon mahasiswa dan mahasiswi baru, kami instruksikan kalian agar mengikuti kami ke aula yang terletak di sebelah barat." 

Para siswa dan siswi itupun berjalan ke aula yang dimaksud.
Setelah memasuki aula, mereka duduk di bangku yang sudah tersedia, tak lama datanglah rektor 1 dan rektor 2 memperkenalkan diri dan memberikan arahan kepada siswa dan siswi tadi.

Setelah kedua rektor selesai bicara, mereka pamit kepada tiga orang dosen tadi dan menyerahkan siswa dan siswi untuk di gembleng sebelum resmi belajar di universitas itu.
  

Salah satu dari dosen tadi berkata," kami ucapkan selamat datang kepada kalian calon mahasiswa dan mahasiswi baru. Semoga kalian bisa betah bersekolah disini. Di universitas ini ada beberapa peraturan yang harus kalian patuhi dan tidak boleh dilanggar. Nanti akan kami jabarkan ketika kalian sudah menempati asrama kalian. Setelah ini, kalian bisa berkenalan dulu dengan teman-teman yang akan satu kelas di jurusan teknik, agar bisa saling bekerjasama dan menjaga dimasa selanjutnya."
 
Para dosen pembimbing pun duduk di bangku yang sudah tersedia, mereka mengamati para murid satu persatu untuk dipilih dan menentukan siapa yang layak jadi ketua di asrama putra maupun putri.

"Perkenalkan, nama saya Retha Atmajaya. Asal saya dari Sukabumi, salam kenal semuanya, semoga kedepannya kita bisa saling bekerjasama."

"Perkenalkan, nama saya Sisi Winata. Asal saya dari Ciamis, salam kenal semuanya."

Di penjuru kelas ada dua siswa yang begitu terpesona oleh Retha. Ia adalah Erland dan choky.

"Nama saya, Risty. Asal saya dari Yogyakarta. Salam kenal semuanya."

Erland kembali terpukau oleh Risty, wanita yang kini sedang memperkenalkan dirinya itu. Selain Erland, ada juga siswa lain yang terpesona. Ia adalah Hendi, seorang yang sangat jenius sedari kecilnya. Bahkan saking jeniusnya, waktu kelas lima SD ia bisa membuat karya, mencoba merakit dan menghidupkan elektronik lainnya.

"Perkenalkan, nama saya Winda. Asal saya dri Bengkulu. Salam kenal semuanya." 

Redi berujar, "wah ..., Ini sesuai dengan kriteria cewek idaman gue." 

"Loe yakin bisa naklukin dia, Red?" Erland terkekeh sambil menepuk bahu Redi.

Setelah semua siswa dan siswi selesai memperkenalkan dirinya, dosen pembimbing pun menyimpulkan bahwa, asrama putra dipimpin oleh Hendi, sedangkan untuk asrama Putri di ketuai oleh Risty.

Para dosen menunjukkan asrama mereka masing-masing dan juga menunjukkan kelas dimana mereka akan belajar.

Bersambung


adsense 336x280

0 Response to "Penantianku"

Post a comment